Monthly Archives: January 2013


Dual Boot Android-x86 dan Ubuntu

Untuk membuat dual boot pada pc, tidak masalah urutan install OS-nya, baik itu ubuntu terlebih dahulu kemudian baru android-x86 atau sebaliknya. Tapi perlu diingat, jika meng-install android-x86 setelah ubuntu, patikan tidak meng-install grub, karena grub yang akan kita gunakan adalah grub2 dari ubuntu.

Setelah kedua OS tersebut ter-install, masuk ke ubuntu kemudian buka terminal dan ketikkan command berikut:

cd /etc/grub.d/
sudo gedit 40_custom

Kemudian paste code berikut

#!/bin/sh
exec tail -n +3 $0
# This file provides an easy way to add custom menu entries.  Simply type the
# menu entries you want to add after this comment.  Be careful not to change
# the 'exec tail' line above.

menuentry "Android" {
set root='(hd0,9)'
linux /android-4.3-test/kernel quiet root=/dev/ram0 androidboot.hardware=jb-x86 acpi_sleep=s3_bios,s3_mode SRC=/android-4.3-test 
initrd /android-4.3-test/initrd.img}

Penjelasan:

  • (hd0,9) adalah lokasi dimana android-x86 ter-install. Untuk mengetahui lokasi android-x86 terinstall, gunakan command berikut:
    sudo fdisk -l
  • “/android-4.3-test/” adalah folder pada partisi android. Ganti folder ini sesuai dengan folder yang sesuai.

Simpan dan tutup gedit.

Kemudian ketikkan :

sudo update-grub
sudo reboot