Electronic


Cara Import Gambar pada Altium Designer

Berikut cara import gambar pada Altium.

  1. Download script disini.
  2. Extrak, kemudian buka file “PCBLogoCreator.PRJSCR” pada direktori: “Scripts\Delphiscript Scripts\PCB\PCB Logo Creator”.
  3. Klik “Converter.PAS”  pada PCBLogoCreator, klik Run -> Run, Pilih RunConverterScript -> OK, maka akan muncul jendela PCB Logo Creator.
    14020807.01

    14020807.02

    14020807.03

  4. Klik “Load”, pilih file yang akan di convert, kemudian klik tombol “Convert”.

    14020807.04

  5. Tunnggu proses sampai selesai.

 


Predefined EAGLE Layers

Layout

1 Top

Tracks, top side

2 Route2

Inner layer

3 Route3

Inner layer

4 Route4

Inner layer

5 Route5

Inner layer

6 Route6

Inner layer

7 Route7

Inner layer

8 Route8

Inner layer

9 Route9

Inner layer

10 Route10

Inner layer

11 Route11

Inner layer

12 Route12

Inner layer

13 Route13

Inner layer

14 Route14

Inner layer

15 Route15

Inner layer

16 Bottom

Tracks, bottom side

17 Pads

Pads (through-hole)

18 Vias

Vias (through-hole)

19 Unrouted

Airwires (rubberbands)

20 Dimension

Board outlines (circles for holes)

21 tPlace

Silk screen, top side

22 bPlace

Silk screen, bottom side

23 tOrigins

Origins, top side

24 bOrigins

Origins, bottom side

25 tNames

Service print, top side

26 bNames

Service print, bottom side

27 tValues

Component VALUE, top side

28 bValues

Component VALUE, bottom side

29 tStop

Solder stop mask, top side

30 bStop

Solder stop mask, bottom side

31 tCream

Solder cream, top side

32 bCream

Solder cream, bottom side

33 tFinish

Finish, top side

34 bFinish

Finish, bottom side

35 tGlue

Glue mask, top side

36 bGlue

Glue mask, bottom side

37 tTest

Test and adjustment inf., top side

38 bTest

Test and adjustment inf. bottom side

39 tKeepout

Nogo areas for components, top side

40 bKeepout

Nogo areas for components, bottom side

41 tRestrict

Nogo areas for tracks, top side

42 bRestrict

Nogo areas for tracks, bottom side

43 vRestrict

Nogo areas for via-holes

44 Drills

Conducting through-holes

45 Holes

Non-conducting holes

46 Milling

Milling

47 Measures

Measures

48 Document

General documentation

49 Reference

Reference marks

51 tDocu

Part documentation, top side

52 bDocu

Part documentation, bottom side

Schematic

91 Nets

Nets

92 Busses

Buses

93 Pins

Connection points for component symbols

with additional information

94 Symbols

Shapes of component symbols

95 Names

Names of component symbols

96 Values

Values/component types

97 Info

General information

98 Guide

Guide lines


Rangkaian Clock dengan IC LM555

Kalo teman-teman merasa kebingungan membuat rangkaian clock, mungkin dapat mencobanya dengan menggunakan IC LM555. Untuk menghasilkan nilai clock tertentu hanya dibutuhkan komponen tambahan berupa kapasitor dan resistor untuk mengatur besarnya nilai pulsa yang dihasilkan. Fitur dari LM555 adalah sebagai berikut:
• High Current Drive Capability (200mA)
• Adjustable Duty Cycle
• Temperature Stability of 0.005%/°C
• Timing From μSec to Hours
• Turn off Time Less Than 2μSec

Untuk gambar rangkaiannya dapat menggunakan bentuk rangkaian sebagai berikut:

12110502.01

Download Scematic & PCB
Downlaod Datasheet


Driver Motor Bipolar dengan IC L293D

Salah satu jenis dari motor stepper adalah jenis bipolar. Karena arus dari mikrokontroler terlalu kecil untuk menggerakkan motor stepper, maka diperlukan suatu driver motor sehingga motor stepper dapat dikontrol dengan menggunakan mikro kontroler. Banyak cara untuk membuat driver motor, salah satunya adalah dengan menggunakan IC L293D. IC ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
– Wide Supply-Voltage Range: 4.5 V to 36 V
– Separate Input-Logic Supply
– Internal ESD Protection
– Thermal Shutdown
– High-Noise-Immunity Inputs
– Functional Replacements for SGS L293 and SGS L293D
– Output Current 1 A Per Channel (600 mA for L293D)
– Peak Output Current 2 A Per Channel (1.2 A for L293D)
– Output Clamp Diodes for Inductive Transient Suppression (L293D)

Berikut adalah gambar rangkaian  dari rangkaian L293D:

11080102.01

Download Schematic
Download Datasheets


Motor Stepper

Motor Stepper adalah motor yang gerakannya bertahap (step per step) serta memiliki akurasi yang tinggi tergantung pada spesifikasi dari motornya sendiri. Biasanya motor stepper mempunyai ukuran sudutnya pada setiap stepnya. Misal: sudut 0.75, 0.9, dan 1.8. Semakin kecil ukuran stepnya maka gerakan motornya semakin presisi serta semakin banyak jumlah stepnya untuk berputar satu putaran penuh. Motor stepper banyak digunakan untuk aplikasi yang hanya membutuhkan torsi yang kecil, seperti untuk penggerak piringan CD atau DVD.

Pada prinsipnya ada empat jenis motor stepper, yaitu:
1. Permanent Magnet Stepper
2. Hybrid Synchronous Stepper
3. Variable Reluctance Stepper
4. Lavet type stepping motor

Berdasarkan phasanya ada dua jenis, yaitu:
1. Unipolar
2. Bipolar


Elektrokardiograf dan Fotopletismograf Portabel Berbasis Mikrokontroler (Perancangan dan Realisasi) 2

Spesifikasi Alat

Alat yang direalisasikan adalah suatu perangkat yang dapat menampilkan kondisi sinyal PPG dan EKG serta suhu tubuh pasien secara bersamaan. Untuk hasil keluaran ditampilkan dalam dua cara, yaitu dapat melalui LCD grafik yang terdapat pada alat dan dapat ditampilkan pada PC dengan software aplikasi yang telah dibuat. Berikut adalah spesifikasi perangkat yang dibuat:
– PPG yang dibuat menggunakan sensor yang dibuat dari LED dan LDR.
– EKG yang dibuat adalah jenis monitoring EKG.
– Sensor suhu yang digunakan adalah LM35.
– Mikrokontroler yang digunakan adalah jenis AVR ATMega.
– Sumber tegangan berasal dari dua buah baterai dengan spesifikasi 6 V, 1.3AH.
– Progaram mikrokontroler yang digunakan adalah BASCOM AVR.
– Software yang digunakan untuk membuat program Aplikasi adalah Delphi.
– Sebagai penampil sinyal berupa LCD garfik 240×128 dan atau program aplikasi pada PC yang diberi nama “Heart Monitor”.

Blok Diagaram Sistem

11052901.01

Pada alat yang dibuat dibagi menjadi lima bagian utama, yaitu sebagai berikut:
– Blok EKG.
– Blok PPG.
– Blok Suhu.
– Blok Mikrokontroler.
– Blok display.

Blok EKG merupakan blok sistem yang digunakan untuk pengkondisi sinyal EKG sehingga didapatkan sinyal yang dapat diolah pada mikrokontroler. Blok EKG ini terdiri dari elektroda, rangakaian penguat awal, rangkaian filter LPF 40 Hz, rangkaian penguat, rangkaian filter LPF 20 Hz, dan rangkaian adder. Blok rangkaian PPG digunakan untuk pengkondisi sinyal PPG sehingga didapatkan sinyal yang dapat diolah pada mikrokontroler. Blok PPG ini terdiri dari sensor, pengut pertama, filter LPF 20 Hz pertama, penguat kedua, filter LPF 20 Hz kedua, penguat kedua, dan adder. Blok suhu hanya terdapat sensor LM35 yang langsung dihubung kepin ADC pada mikrokontroler.
Blok mikrokontroler terdiri dari sismin AVR , rangkaian konverter TTL ke USB, serta rangkaian LCD grafik. Blok display terdiri dari dua komponen, yaitu LCD grafik dan program aplikasi “Heart Monitor”.

Perancangan dan Realisasi EKG

Untuk mendapatkan sinyal EKG dari tubuh, diperlukan suatu rangkaian pengkondisi sinyal yang dapat mengakuisisi sinyal EKG. Secara umum rangkaian pengkondisi sinyal yang dibuat adalah sebagai berikut:

11052901.02

Transduser

Transduser merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk mengubah suatu sinyal tertentu menjadi sinyal lain yang diinginkan. Transduser elektroda digunakan untuk mengubah ion-ion pada permukaan tubuh pasien untuk diubah menjadi sinyal elektrik sehingga dapat diproses dalam proses selanjutnya. Transduser yang digunakan adalah tipe transduser yang mempunyai kontak langsung dengan kulit. Transduser terbuat dari bahan metal seperti silver atau stainless steel. Pada proses pengambilan sinyal ini menggunakan transduser dari 3M Red Dot atau transduser berupa gelang karena memiliki sensitivitas yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan sensitivitas transduser dan mengurangi noise yang dihasilkan dari gesekan antara transduser dan kulit serta gerakan otot digunakan jelly elektrolit yang mengandung chloride dan ion lainnya.

11052201.03

Penguat Awal

Penguatan awal digunakan untuk menguatkan sinyal EKG yang diambil oleh elektroda transduser. Sinyal EKG yang memiliki amplitudo sangat rendah (antara 0.05 -4mV) harus dikuatkan terlebih dahulu agar dapat diolah dalam proses selanjutnya.
Pada penguatan awal ini diperlukan suatu penguat instrumentasi yang dapat mengurangi noise yang berasal dari permukaan tubuh ataupun yang berasal dari lingkungan karena penguat instrumentasi hanya akan menguatkan beda sinyal input.

11052901.03

Untuk mendapatkan fungsi kerja yang optimal dari penguat instrumentasi dan memperkecil rangkaian, maka digunakan suatu penguat instrumentasi yang telah terintegrasi dalam satu IC yang biasa disebut dengan instrumentation amplifier. Pada tugas akhir ini digunakan INA118 karena mempunyai kualitas yang bagus dengan harga yang relatif murah dan juga mudah didapatkan di pasaran. Penguatan dari INA118 dapat diatur dengan menggunakan satu resistor eksternal.

Filter High Pass Filter

Sinyal EKG memiliki frekuensi pada interfal 0.01 to 250 Hz dengan informasi yang paling bermanfaat untuk monitoring dan diagnosa pada frekuensi:
Frekuensi diagnosa : 0,05 – 100 Hz
Frekuensi monitoring : 0,05 – 20 Hz
HPF pada rangkaian ini digunakan untuk mengurangi noise dengan frekuensi rendah yang dihasilkan oleh tubuh. Tubuh manusia juga mengeluarkan noise pada frekuensi antara 0 sampai 1Hz dan noise dari catuan DC pada frekuensi rendah. HPF akan melewatkan frekuensi diatas frekuensi cut-off-nya yang dalam alat ini digunakan frekuensi cut-off sebesar 0,05 Hz. Nilai cut-off diambil 0,05 Hz karena frekuensi monitoring EKG berkisar antara 0,05 – 20 Hz.

11052901.04

Filter LPF 40 Hz

Rangkaian LPF perlu ditambahkan pada rangkaian untuk menghilangkan noise yang terdapat pada sinyal EKG. Filter LPF yang digunakan adalah LPF aktif dengan orde 3 dengan jenis filter adalah butterworth dan topologi rangkaian Sallen Key. Rangkaian filter yang digunakan dapat dilihat pada berikut:

11052901.05

Rangkaian Penguat

Rangkaian penguat ini dimaksudkan untuk mendapatkan sinyal EKG dengan amplitudo yang dapat diolah oleh mikrokontroler. Level tegangan yang masuk ke penguat ini adalah 5 mV – 40 mV, agar dapat diolah dalam proses selanjutnya sinyal harus menpunyai level tegangan antara 0,1 V – 5 V sehingga diperlukan penguatan antara 50 – 125 kali. Rangkaian penguat yang digunakan adalah penguatan non inverting menggunakan OP07 dengan penguatan sebesar 100 kali.

11052901.06

Untuk mendapatkan penguatan sesuai dengan yang diinginkan maka harus menentukan nilai resistor yang dibutuhkan. Berikut adalah perhitungan untuk mencari penguatan sebesar 100 kali.
R_1=1 kΩ
G =(1+R_2/R_1 )
100=(1+R_2/(1 kΩ))
99 =R_2/1k
R_2=99 kΩ

Low Pass Filter 20 Hz

Rangkaian LPF perlu ditambahkan pada rangkaian untuk menghilangkan noise yang masih terdapat pada sinyal EKG. LPF yang digunakan adalah LPF aktif dengan orde 3 dengan jenis filter adalah butterworth dan topologi rangkaian Sallen Key. Rangkaian filter yang digunakan dapat dilihat pada gambar  berikut:

11052901.05

Rangkain Adder

Karena sinyal hasil keluaran dari rangkaian filter kedua ada nilai amplitudo yang negatif, maka diperlukan rangkaian adder untuk menggeser amplitudo ke sisi positif semua. Rangkaian adder ini dibuat agar dapat menaikkan sinyal sebesar 2,5 volt, sehinggan nilai R5 diatur sampai keluaran dari rangkaian ini sebesar 2,5 volt. Gambar rangkaian adder dapat dilihat pada gambar berikut:

11052901.07

Perancangan dan Realisasi PPG

Untuk mendapatkan sinyal PPG, diperlukan suatu rangkaian pengkondisi sinyal yang dapat mengakuisisi sinyal PPG. Secara umum rangkaian pengkondisi sinyal yang dibuat adalah sebagai berikut:

11052901.08

Rangkaian Sensor dan Penguat Pertama

Untuk mendeteksi adanya perubahan volume darah atau adanya aliran darah menggunakan sensor PPG yang dibuat menggunakan LED dan LDR di pasang pada jari tangan. Untuk konfigurasi pemasangan LED dan LDR dapat dilihat pada gambar 3.12. Pada saat volume darah pada jari tangan bertambah maka lebih banyak cahaya yang diserap dan intensitas cahaya yang diterima LDR berkurang sehingga nilai hambatan LDR naik. Dengan naiknya hambatan LDR maka tegangan yang timbul pada LDR ikut naik. Sebaliknya jika volume darah pada jari berkurang semakin banyak cahaya yang diserap LDR, nilai hambatan LDR turun dan besar tegangan pada LDR turun.

11052901.09

Karena keluaran sinyal dari sensor kecil, yaitu berkisar antara 10-40 milivolt, maka perlu dikuatkan beberapa kali. Pada rangkaian penguat pertama ini, digunakan OP07 dan R4 = 1 kΩ. Pada penguatan pertama ini dirancang sebesar 15 kali sehingga perhitungan nilai R5 adalah sebagai berikut:
R_1=1 kΩ
G =(1+R_2/R_1 )
15=(1+R_2/(1 kΩ))
14 =R_2/1k
R_2=14 kΩ
Karena nilai 14 kΩ dipasaran tidak ada, maka digunakan resistor 15 kΩ sehingan didapatkan penguatan sebesar 16 kali.

Rangkaian Low Pass Filter Pertama

Rangkaian LPF digunakan untuk menghilangkan noise yang masih terdapat pada keluaran penguat sinyal. Rangkaian filter yang digunakan adalah LPF aktif dengan orde 3 dengan jenis filter adalah butterworth dan topologi rangkaian Sallen Key. Rangkaian filter yang digunakan dapat dilihat pada gambar berikut:

11052901.05

Rangkaian Penguat Kedua

11052901.06

Karena amplitudo keluaran dari filter masih kecil yaitu sekitar 500 milivolt, maka perlu dikuatkan lagi agar sinyal dapat diolah pada proses ADC. Pada penguat kedua ini dirancang dengan penguatan sebesar 5 kali. Berikut adalah perhitungan untuk mencari nilai resistor yang digunakan pada penguat kedua ini.
R_1=1 kΩ
G =(1+R_2/R_1 )
5=(1+R_2/(1 kΩ))
4 =R_2/1k
R_2=4 kΩ

Rangkaian Low Pass Filter Kedua

Rangkaian filter LPF ditambahkan lagi karena masih ada noise yang terdapat pada keluaran penguat sinyal. Untuk filter digunakan LPF aktif dengan orde 3 dengan jenis filter adalah butterworth dan topologi rangkaian Sallen Key.

11052901.05

Rangkaian Adder

Karena sinyal hasil keluaran dari rangkaian filter kedua ada nilai amplitudo yang negatif, maka diperlukan rangkaian adder untuk menggeser amplitudo ke sisi positif semua. Rangkaian adder ini dibuat agar dapat menaikkan sinyal sebesar 2,5 volt, sehinggan nilai R5 diatur sampai keluaran dari rangkaian ini sebesar 2,5 volt. Gambar rangkaian adder dapat dilihat pada gambar berikut:

11052901.07

Perancangan dan Realisasi Sensor Suhu

Sensor suhu ini digunakan untuk mengukur suhu tubuh sehingga dapat diketahui berapa suhu tubuh seseorang saat dilakukan pengukuran dengan alat ini. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu LM35 tipe LM35DZ.

11052901.10

Agar mudah dalam penggunaannya, sensor ini letakkan pada tempat khusus seperti pensil sehingga mempermudah dalam pemasangannya.

11052901.11

Perancangan dan Realisasi Pengolah Sinyal

Rangkaian Mikrokontroler

Rangkaian mikrokontroler digunakan untuk mengolah data dari blok rangkaian EKG, PPG, dan sensor suhu yang kemudian ditampilkan pada LCD grafik dan dikirim ke PC. Pada mikrokontroler ini sudah ada ADC internal sehingga tidak diperlukan lagi ADC tambahan untuk mngubah analog ke digital.

11052901.12

LCD Grafik 240×128

LCD Grafik digunakan untuk menampilkan sinyal PPG, EKG, suhu tubuh, serta Bit Rate. LCD Grafik yang digunakan adalah tipe GLCD 240×128. Pada layar LCD ini dibagi menjadi tiga bagian utama, bagian atas digunakan untuk menampilkan nilai suhu tubuh dan BPM, bagian tengah digunakan untuk menampilkan sinyal PPG, serta bagian bawah digunakan untuk menampilkan sinyal EKG.

11051904.02

Konverter TTL to USB

11032802.01

Konverter ini digunakan untuk mengubah data TTL menjadi data USB sehingga alat dapat langsung dihubungkan ke port USB pada PC. Berikut adalah gambar rangkaian dari konverter TTL to USB:

Perancangan dan Realisasi Program Mikrokontroler

Untuk membuat program mikrokontroler digunakan BASCOM-AVR. Hasil program dari BASCOM-AVR ini kemudian diubah format menjadi file hex agar dapat diprogramkan pada mikrokontroler.

Perancangan dan Realisasi Program Aplikasi

Aplikasi monitoring ini dibuat dengan meggunakan software Delphi 2010 dan diberi nama”Heart Monitor”. Untuk menghubungkan antara aplikasi ini dengan alat digunakan konektor USB. Pada aplikasi ini ditampilkan data-data berupa gambar sinyal PPG, gambar sinyal EKG, suhu tubuh pasien, serta bit rate jantung pasien. Data-data tersebut selain ditampilkan pada program aplikasi, juga dapat disimpan dalam suatu file berekstensi .txt yang nantinya dapat ditampilkan ulang dengan cara membuka file tersebut dengan program aplikasi yang telah dibuat.


Elektrokardiograf dan Fotopletismograf Portabel Berbasis Mikrokontroler (Teori) 1

Fotopletismograf

Volume darah dalam suatu organ akan selalu berubah-ubah akibat dari pemompaan darah oleh jantung. Pletismograf merupakan suatu teknik untuk mendeteksi / mengukur perubahan volume di dalam suatu organ. Informasi dari sinyal perubahan volume darah ini dapat digunakan untuk menghitung detak jantung permenit karena setiap puncak gelombang yang terjadi berkorelasi dengan satu detak jantung.

Fotopletismograf merupakan suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur perubahan volume darah di dalam suatu organ atau seluruh tubuh. Biasanya merupakan hasil dari fluktuasi darah atau udara yang terkandung di dalamnya. PPG (Photoplethysmograph) merupakan instrument pletismograf yang bekerja menggunakan sensor optik.
Secara luas sensor didefinisikan sebagai suatu perangkat yang menerima dan merespon suatu sinyal atau stimulus. Sensor tersusun dari transduser. Transduser adalah suatu alat (elektik, elektronik, elektromekanik) yang dapat mengubah suatu bentuk energy menjadi bentuk energi yang lain untuk tujuan tertentu, termasuk untuk pengukuran. Dalam arti luas, transduser dapat diartikan suatu alat yang dapat mengubah suatu bentuk sinyal menjadi bentuk sinyal yang lain.

Sensor cahaya yang digunakan dalam tugas akhir ini disusun dari LED dan LDR. LED berfungsi sebagai sumber cahaya sedangkan LDR sebagai penerima cahaya yang sudah melewati / dipantulkan oleh kulit. Cahaya yang diterima LDR berubah-ubah mengikuti perubahan kandungan darah dalam kulit.

11052201.01

Elektrokardiograf

Elektrokardiograf (EKG) merupakan suatu gambaran yang terbentuk sebagai hasil dari aktivitas listrik jantung. EKG diambil dengan memasang elektroda pada titik tertentu tubuh pasien. Sinyal elektrokardiograf mempunyai bentuk spesifik sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kondisi kesehatan jantung oleh ahli jantung. Sinyal EKG direkam menggunakan perangkat elektrokardiograf. Urutan terjadinya sinyal Elektrokardiograf sebagai berikut:

11052201.02

– Vektor depolarisasi (terjadi perubahan muatan listrik ) kontraksi atrium dari sinus atrialis ke nodulus atrio ventricularis saat terjadi, menimbulkan gelombang P.
– Gelombang R tanda akhir dari kontraksi atria dan awal dari kontraksi ventrikel.
– Vektor yang timbul karena depolarisasi ventrikel membangkitkan QRS kompleks.
– Vektor menimbulkan gelombang T disebabkan repolarisasi ventrikel.
– Interval P-R adalah menandakan waktu dari permulaan kontraksi atrial sampai permulaan kontraksi ventrikel
– Interval R-T menunjukkan kontraksi otot (ventricel systole), dan interval T-R menunjukkan adanya relaksasi otot (ventricel diastole).

Transduser Elektroda

Transduser adalah suatu alat yang dapat mengubah suatu bentuk sinyal tertentu menjadi bentuk sinyal yang lain (yang diinginkan). Dalam penelitian ini tranduser digunakan untuk mengubah ion-ion yang terdapat pada permukaan tubuh manusia untuk diubah menjadi elektron sehingga dapat ditransmisikan melalui jaringan kabel. Elektron tersebut kemudian akan diolah oleh sistem pada blok selanjutnya.
– Tipe transduser elektroda yang digunakan pada elektrokardiograf mempunyai karakteristik:
– Kemampuannya untuk menangkap sinyal yang mempunyai amplitudo sangat kecil antara 0.01mV – 3mV.
– Mampu mengantisipasi impedansi yang sangat besar > 5 Mega-ohm.
– Mepunyai kebocoran arus yang sangat kecil < 1 micro-Amp.
– Frekuensi response 0.05 – 150 Hz.

11052201.03